Manusia Tak Pernah Puas

Dewasa ini, dengan segala suka dan dukanya, kita hidup dalam dunia yang condong tidak melihat dorongan untuk mewujudkan kehidupan tak terbatas, kesadaran, dan kebahagiaan sebagai daya pendorong utama.

Namun, suatu zat diri ekspansif yang tidak disertai harapan untuk menjadi "Ilahi tanpa batas" tidak menjanjikan keabadian pribadi, Tuhan Maha Kuasa untuk mengasihi kita selamanya, kesempatan bersatu kembali dengan orang-orang yang kita kasihi yang sudah meninggal, atau kemuliaan apapun selain bekerja untuk mengasihi sesama manusia selama umur kehidupan kita yang singkat.

Entah karena keserakahan atau dorongan bawaan untuk mencapai "ketidak terbatasan", kebanyakan orang tidak puas untuk hidup bagi semua umat manusia sementara kematian hanya menjamin "kekosongan abadi".

Dengan mati-matian menginginkan pembebasan dari keterbatasan dan kefanaan, mereka mencari janji2 surga kekal, reinkarnasi, atau pencerahan untuk memotivasi mereka secara emosional dan spiritual.

Untuk memenuhi keinginan ini, banyak orang "mengadopsi" kepercayaan keagamaan. Namun, "andai pun" pahala masa depan agama itu "nyata", KERINDUAN MANUSIA UNTUK MENCAPAI KEABADIAN DAN KETAKTERBATASAN TETAP TIDAK TERPENUHI, SEKARANG DAN DISINI. Alhasil, orang yang menghubungkan diri dengan suatu agama ataupun yang tidak, akan terus mencari keabadian dalam banyak cara; dari pendekatan2 yang cukup baik yang tidak mendatangkan manfaat buat orang lain, seperti pemulihan masa muda melalui cara2 kosmetik, sampai ke yang lebih merusak yang membahayakan orang lain seperti: dominasi politik dan ekonomi.

Rent Car And Driver

49 Rent Car And Driver Club, menyewakan banyak unit mobil untuk harian, mingguan dan bulanan.

Bagi anda yang membutuhkan kendaraan sekaligus supir, silahkan hubungi kami.

Kami menyewakan banyak unit mobil dan supir, baik untuk perorangan maupun perusahaan mulai dari Rp.250.000/12jam (24 jam cukup Rp. 350.000). Bisa Mingguan dan Bulanan.

Untuk Perusahaan, minimal 5 unit dan max 50 unit. Kontrak minimal 3 tahun.

Kunjungi 49 Rent Car And Driver atau Tlp. (021) 80 7500 20

Antara Pohon Beringin Dan Pohon Kelapa

Di suatu siang yang panas ada seorang pemuda sedang duduk-duduk dibawah pohon beringin. Sambil tiduran, ia menatap ke atas mengamati pohon yang besar dan rindang itu. Dalam hati ia bertanya;

"Ah mengapa Tuhan begitu bodoh, menciptakan pohon yang begitu besar namun buahnya kecil-kecil? Sayang sekali, seandainya pohon yang besar dan rindang ini memiliki buah yang besar pula, serta dapat dikonsumsi, pasti lebih berguna untuk manusia, jika katanya Ia Maha Pengasih Dan Penyayang"

Tiba-tiba, ketika ia sedang asik menikmati semilir angin dibawah naungan daun-daun yang lebat yang dihasilkan pohon itu, jatuhlah satu "buah beringin" yang menimpa kepalanya. Kontan pemuda itu berteriak;

"Ampun ya Tuhan, Engkau memang Maha Pintar, seandainya buah yang jatuh itu seperti buah kelapa, maka kepalaku pasti sudah berbentuk tak karuan !"

Sambil tersenyum, Tuhan menjawab : "Mangkanye, kalu ngomong jangan asal ngejeplak !"

Evolusi Penipuan

Dengan berkembangnya taktik yang pro dan kontra terhadap strategi penipuan, para penipu semakin lihai memperdaya, dan pasangannya semakin mahir mendeteksi atau mencegahnya. Tapi ganjaran genetik yang diberikan penipuan begitu besar sehingga hal itu tetap menjadi unsur utama bagaimana gen-gen diwariskan.

"Berlagak" merupakan cara lain memperbesar peluang mendapat ganjaran genetik. Sulit berlagak "gagah perkasa" manakala banyak lelaki jagoan disitu, karena mereka bakal segera membuka kedok anda, tetapi kita bisa berharap akan muncul lelaki yang segera sadar bahwa dialah yang paling jagoan diantara rekan-rekannya, dan berhasil memenangkan ganjaran genetik.

Berlagak suami/bapak membuka peluang yang lebih besar untuk kreativitas. Akal-bulus yang paling sering digunakan oleh para suami adalah berpura-pura masih lajang agar bisa berhubungan seks dengan perempuan lain. Bagi seorang bujangan, rayuan gombal yang biasa dilontarkan adalah dengan bersumpah sehidup-semati dan akan menikahi gadis, tapi kabur setelah menidurinya. Tentu saja, perempuan yang sudah berevolusi hingga curiga dan berhasil mengungkap perilaku semacam itu menjadi unggul, dan dengan demikian, lagi-lagi, kita bisa menduga bahwa siasat "penipu dan detektif" telah berevolusi selama ribuan tahun. Itu sebabnya tarian "kawin burung " sering berlangsung begitu lama dan melelahkan, menguras tandas tenaga kedua belah pihak. Burung betina "tahu" (dalam artian evolusi) bahwa tidak ada jantan yang sudah kawin akan mampu berbuat sejauh itu hanya untuk kenikmatan semalam dengan resiko kehilangan keluarganya yang entah dimana, jadi si betina memaksa jantan membuktikan dirinya benar-benar masih lajang, dengan mminta setiap tetes keringat yang mampu diberikan.

Ah saya ini ngomong apa sih :D

Naluri

Pada zaman modern, naluri2 "prasejarah" itu sering tidak lebih berguna daripada naluri seekor rusa yang diam mematung ditentang sorot lampu mobil yang mendekat.

Beruntunglah kita memiliki pikiran sadar yang bisa digunakan untuk mengesampingkan naluri2 kita dan mengarahkan kita pada upaya2 mencapai kebahagiaan. Asaaaaaaaaaaaaal..............

Menyadari perbedaan antara naluri dan kecenderungan. Sebab apa ?
Naluri ya naluri, kecenderungan ya kecenderungan. Dengan mengenali dua hal ini, kita akan semakin kuat kuat untuk mengabaikan keduanya... kalau mau :p

Apakah Tuhan Itu ?

Pertanyaan "Apakah Tuhan Itu ?" telah membuat pusing umat manusia selama berabad-abad dan akan terus menantang pemahaman logis selama kita kita hidup dengan konsep bahwa diatas sana ada suatu surga tempat Tuhan duduk menghakimi umat manusia dan menghukum orang yang telah bertindak tidak benar.

Pemikir-pemikir terkemuka sepanjang sejarah telah berusaha menemukan jawaban logis terhadap pertanyaan yang sulit dan tidak menyenangkan ini, dengan hasil hanya sedikit. Disisi lain, sang Budha, melakukan tapasya di bawah sebatang pohon bodhi dan seperti beberapa orang lainnya, menemukan bahwa Tuhan ada disetiap insan dalam bentuk cinta kasih, bela rasa, pengertian, dan sifat2 positif lainnya yang mampu dimiliki manusia tetapi seringkali di tekan olehnya.

Tampaknya, daripada kita mencoba menegaskan logika ketat atau menempatkan suatu citra solid pada konsep kita tentang Tuhan, kita harus mengikuti teladan mereka dan mengerahkan energi yang lebih besar untuk secara intuitif memahami makna Tuhan.

Karena identitas Tuhan tidak dapat dipahami dan filsafat yang mengitari kuasa ini sangat tidak dapat dimengerti, pemimpin keagamaan dari berbagai kepercayaan mendefinisikan Tuhan dalam cara-cara yang menimbulkan lebih banyak pertanyaan ketimbang yang mereka dapat jawab. Penjelasan termudah dan paling diterima adalah dengan melihat Tuhan dalam rupa orang2 yang "dipandang" sebagai utusan Tuhan. Diantara orang Yahudi, Musa dan nabi2 Ibrani; diantara orang Kristen, Yesus; diantara Muslim, Muhammad; diantara orang hindu, Krisna; dan diantara Buddhis, Gautama.

Gagasan umum yang mempersatukan semua kehidupan banyak utusan Tuhan adalah cinta, bela rasa, pengertian, komitmen, dan hormat serta penghargaan kepada semua mahluk hidup. Karena itu, dapat diasumsikan bahwa dengan memperlihatkan sifat2 ini mereka menunjukan kepada umat manusia lainnya cara kita seharusnya hidup sebagaimana diharapkan sang Pencipta kita.